Spanyol Berpotensi Samai Rekor Nirkalah Italia di Piala Dunia 2026 Tim nasional Spanyol berada di ambang mencetak sejarah baru dalam ajang Piala Dunia 2026 setelah berhasil memperpanjang rekor nirkalah mereka menjadi 36 pertandingan tanpa kekalahan. Kemenangan atas Belgia di babak perempat final membawa skuad La Roja ke semifinal, di mana mereka akan menghadapi Prancis di Stadion Dallas, Amerika Serikat, pada Selasa (14/7) waktu setempat. Jika mampu mengalahkan Prancis, Spanyol akan menyamai rekor terpanjang sepanjang sejarah Piala Dunia yang dimiliki Italia (37 laga tanpa kekalahan dari 2018 hingga 2021) dan melampaui rekor Argentina (36 laga tanpa kekalahan dari 2019 hingga 2022). Catatan 36 laga tanpa kekalahan Spanyol saat ini mencatatkan pencapaian yang luar biasa, karena kekalahan terakhir mereka terjadi pada 22 Maret 2024 saat menghadapi Kolombia. Sejak saat itu, mereka mengemas 27 kemenangan dan sembilan hasil imbang. Pencapaian ini melampaui rekor generasi emas Spanyol pada 2007-2009 yang mencatatkan 35 laga tanpa kekalahan. Kemenangan atas Prancis akan menjadi momen penting bagi Spanyol, karena Prancis juga mengusung ambisi besar untuk menjadi tim pertama yang lolos ke semifinal Piala Dunia dalam tiga edisi berturut-turut. Meski demikian, peluang Spanyol dianggap tidak mudah, terutama karena Prancis dikenal sebagai tim yang sangat kompetitif dan memiliki kekuatan mental serta strategi yang matang. Rekor nirkalah terpanjang dalam sejarah Piala Dunia saat ini dipegang oleh Italia dengan 37 laga, diikuti oleh Argentina (36 laga), Spanyol (36 laga), Aljazair (35 laga), dan Brasil (35 laga). Jika berhasil menaklukkan Prancis, Spanyol akan menjadi tim pertama yang menyamai rekor Italia dan menggeser posisi Argentina sebagai pemegang rekor kedua.#italia #piala_dunia_2026 #spanyol #prancis #stadion_dallas
Italia vuelve a estar en apuros en la última llamada para el Mundial La selección italiana enfrenta una nueva prueba crucial en la ruta hacia el Mundial, tras haber sido eliminada en las últimas ediciones del torneo. Con la clasificación a 48 equipos, la tetracampeona del mundo se enfrenta a un duelo de vida o muerte contra Irlanda del Norte en una repesca que pone a prueba su mentalidad y su capacidad para no fallar. El entrenador Gennaro Gattuso, quien asumió la selección tras la salida de Roberto Mancini, ha expresado su frustración por la dificultad de acceder a la cita mundialista, especialmente en comparación con otras confederaciones. Su experiencia como campeón mundial en 2006 lo convierte en una figura clave para la selección, aunque el peso de las decepciones anteriores sigue siendo una carga para el equipo. Italia cedió su plaza en la fase de grupos ante Noruega, que demostró superioridad con victorias contundentes en Oslo y Milán. Ahora, el destino del equipo depende de un partido contra Irlanda del Norte, un rival que no tiene mucho margen de error. El seleccionador de Irlanda del Norte, Michael O’Neill, ha destacado que este enfrentamiento es el más importante de su carrera, mientras que Gattuso confía en el apoyo de su exentrenador Marcello Lippi, quien le recordó su legado como uno de los mejores jugadores de la historia. La presión es alta, pero Gattuso tiene un plan que incluye aprovechar la fuerza de su plantel en un partido que podría definir su futuro en el fútbol mundial. La repesca en Europa no solo involucra a Italia, sino también a otros equipos que buscan un lugar en el Mundial. Ucrania, por ejemplo, enfrenta a Suecia en un partido clave, mientras que Turquía y Dinamarca se perfilan como favoritas en sus respectivas llaves.#gennaro_gattuso #italia #irlanda_del_norte #roberto_mancini #michael_o_neill
